11. Suatu Hari, Hutang Itu Akan Dibayar dengan Bunga (Grimgar)
“Oke. Cerita itu sudah terlalu panjang. Saatnya kita meneguhkan tekad dan mulai bekerja, bukan begitu?” Saat Hiyo berbicara, menatap Haruhiro […]
“Oke. Cerita itu sudah terlalu panjang. Saatnya kita meneguhkan tekad dan mulai bekerja, bukan begitu?” Saat Hiyo berbicara, menatap Haruhiro […]
Ini adalah kisah dari masa yang sangat, sangat lampau. Ada sebuah “mitos.” Ya, ini murni hanya sebuah mitos… Mungkin terkandung
Malam sudah larut, namun dinding Kota Baru tetap sama seperti biasanya. Cahaya menetes dari menara pengawas, sementara obor berkedip-kedip, bergerak
Haruhiro adalah sebuah dinding. Secara metaforis, tentu saja. Apakah ia langit-langit, jendela, tiang, atau dinding? Ia merasa dirinya semacam dinding,
Damuro, yang terletak sekitar empat kilometer barat laut Altana, dulunya dikenal sebagai kota kedua di Kerajaan Arabakia. Asalnya kuno. Manusia
Dengan mayat-mayat goblin yang telah dibakar habis, kegiatan para prajurit Pasukan Ekspedisi terlihat jelas mulai memburuk. Setengah dari mereka ditempatkan
Matahari hampir terbit. Ia membenci bagaimana pagi selalu datang setiap hari. Ada banyak hal lain yang ia benci juga. Terlalu
Jin Mogis telah menempatkan Haruhiro dan kawan-kawannya di sebuah ruangan di Menara Tenboro. Ruangan itu tampaknya dulunya digunakan sebagai ruang
Di Altana, Pasukan Ekspedisi telah mendirikan beberapa tempat pembakaran darurat di sekitar kota untuk menghanguskan mayat goblin. Kota itu memang
Guild Thief di Kota Barat, Altana. Hari itu, di kegelapan sebuah ruangan tersembunyi jauh di dalam, Haruhiro berada sendirian bersama